5 Jenis Susun Atur Perabot Ruangan Menunggu

November 01, 2011 — Penulis:

Kategori: Pejabat

Memilih perabot dan menyusun atur bagi ruang menunggu atau lobi perlu mengikut tema  rekaan dan keluasan pejabat anda. Jika perniagaan anda jenis formal korporat, perabot sofa klasik jenis kemasan kulit amat sesuai.

Ruangan Lobi Di Ofis

Bagi perniagaan yang kreatif dan kurang formal, perabot desainer dan kemasan warna ceria amat padan sekali.

Berikut adalah 5 idea susun atur perabot di ruang menunggu atau ruang lobi pejabat anda.

5 Idea Susun Atur Perabot Ruangan Menunggu

#1 – Susun atur berkumpulan

Perabot yang menjadi pilihan pejabat-pejabat profesional atau koporat adalah perabot kerusi berlengan LC 2 ciptaan Le Corbusier, yang merupakan seorang arkitek Perancis kelahiran Swiss. Juga seorang pereka, penulis dan pelukis.

Susun Atur Berkumpulan

Idea susun atur berkumpulan ini sesuai bagi lobi ruang sederhana luas dan besar.

#2 – Susun atur gabungan perabot pereka

Memilih gabungan perabot-perabot desainer yang popular bagi memberikan keunikan dan mewujudkan suasana kurang formal. Konsep ini bertemakan Eklektik iaitu;

Gabungan idea,citarasa dan stail dari pelbagai sumber atau era yang berlainan.

Susun atur gabungan perabot pereka

Saya memilih kerusi kulit Barcelona chair ciptaan arkitek Jerman, Ludwig Mies van der Rohe. Bersama kerusi klasik French Louis XV armchair dengan kemasan baru, dan Coconut chair warna jingga limau ciptaan pereka perabot George Nelson (inspirasi daripada kulit kelapa yang dipotong lapan bahagian).

Meja kopi Naguchi table ciptaan pengarca, pereka landskap dan pembuat perabot, Isamu Noguchi.

#3 – Susun atur ruang tengah

Susun atur perabot di ruang tengah sesuai untuk pejabat yang mempunyai ruang tengah yang luas. Kerusi pada gambar ini disusun secara 90 darjah.

Susun Atur Ruangan Tengah

Tetapi disebabkan saya menggunakan meja kopi berbentuk oval, kerusi ini boleh disudutkan 30 hingga 45 darjah bagi memberikan kesan santai pada ruang lobi.

#4 – Susun atur 3+1+1

Susunan biasa dan normal bagi pejabat iaitu susunan 3+1+1. Bagi memberikan nafas baru pada susunan ini, dengan memberikan kemasan segar seperti warna hijau zaitun.

Susun Atur 3+1+1

Iaitu lari daripada warna kebiasaan hitam arang dan coklat koko. Idea susun atur ini sesuai bagi lobi ruang  sederhana kecil dan ruang koridor yang luas.

#5 – Susun atur 2+1

Jika terdapat bahagian sudut yang kecil di ruang lobi pejabat anda, idea menempatkan sofa 2+1 amat sesuai diaplikasikan.

Susun atur 2+1

Indoor plant digunakan bagi mengantikan meja sisi, kerana untuk mewujudkan tarikan, perbezaan dan kesegaran pada sudut ruang menunggu tersebut.

Dipadankan bersama dengan meja kopi warna kayu natural, nampak sofisikated.

3 Tip Sebelum Membeli Perabut

  1. Ambil gambar ruang yang ingin menempatkan perabot dan cetak.
  2. Ukur keluasan ruang tersebut. Contengkan ukuran tersebut pada gambar.
  3. Bawa gambar tersebut ketika membeli-belah perabot dan ukur pula perabot yang ingin dibeli, untuk melihat muat atau tidak.
Kredit gambar: israelavila

Tags: , , , , , , , , , , , ,
kajiankes

Kajian Kes Majalah Niaga

Ini pendedahan ekslusif bagaimana kami menjana pendapatan sekurang-kurangnya RM5xxx sebulan menggunakan platform blog. Percuma dalam tempoh masa TERHAD.

Muat Turun Sekarang

Komen (9)

  1. idea tuan amat memberangsangkan. Jika ingin menyusunatur ruang menunggu di luar ofis kerusi mana lebih sesuai keluasan diluar ofis 60′x15′ ( ia juga merupakan laluan )

    1. Pilih kerusi yang tahan cuaca dan mudah dilap ‘ outdoor chair’. Kerusi dari bahan aluminium atau plastik seperti sebaris ada 3 atau 4 kerusi. Contoh boleh dilihat di Pudu Sentral.

  2. Dr MANDANG MICHAEL
    December 14, 2012

    Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.
    Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
    Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.

    Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
    Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
    Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.
    Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
    Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
    Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
    Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.
    Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
    Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

Pendapat anda?